Skip to content

Cart

Your cart is empty

Perempuan berpiyama lilac duduk di ranjang, menopang pipi dengan tangan di atas selimut navy dengan sisi balik cappuccino.
Bedding

AC Sudah Dingin, Kok Masih Gerah Saat Tidur?

Sudah rebahan, sudah menemukan posisi yang enak, tetapi tangan masih meraba nakas mencari remote. AC diturunkan sedikit. Selimut ditarik lagi sampai bahu. Beberapa saat kemudian, satu kaki malah keluar dari selimut.

Dibuka, dingin. Ditutup, gerah. Padahal niatnya cuma mau tidur.

Gerah saat tidur padahal AC dingin bisa terjadi karena suhu dan kelembapan di sekitar tubuh berbeda dari udara kamar. Pakaian tidur, sprei, dan selimut ikut memengaruhi rasa hangat yang kamu rasakan. Jadi, angka di remote belum menceritakan semuanya. 1

Sebelum sibuk mencari apa yang salah, coba perhatikan dulu: bagian mana yang terasa gerah, dan apa yang membuatnya sedikit lebih nyaman?

Kenapa bisa gerah di kamar yang dingin?

AC mendinginkan udara ruangan, sedangkan selimut membantu menjaga kehangatan di dekat tubuh. Itu sebabnya lengan yang berada di luar selimut bisa terasa dingin, sementara punggung yang tertutup terasa lebih hangat. Keduanya tidak sedang merasakan udara yang sama. 1

Rasa hangat itu sendiri bukan hal yang buruk. Justru itulah salah satu alasan kita menarik selimut ketika kamar mulai dingin. Yang perlu dicari adalah rasa hangat yang pas: masih nyaman untuk berbaring, tanpa membuatmu ingin terus membuka dan menutup selimut.

Menurunkan suhu AC lagi belum tentu menjadi jawabannya. Mulai dari setelan yang terasa sejuk tanpa membuatmu menggigil. Anjuran untuk kamar tidur pun sederhana: sejuk, tenang, dan gelap—bukan sedingin mungkin. 3

Perempuan berpiyama lilac berbaring miring pada bantal navy, dengan selimut navy dan lipatan sisi cappuccino.
Berselimut di ranjang, dengan sisi cappuccino yang dilipat ke luar.

Rapi di siang hari, lebih santai saat mau tidur

Ranjang yang baru dirapikan memang menyenangkan dilihat. Bantal tersusun, ujung selimut terlipat, selimut rajut menghiasi bagian kaki. Tetapi saat lampu dimatikan, tidak ada kewajiban mempertahankan semuanya persis seperti itu.

Bantal yang tadi dipakai bersandar boleh digeser. Selimut tambahan yang hanya untuk dekorasi bisa dilipat dulu. Selimut yang kamu pakai pun tidak harus selalu ditarik sampai bahu; coba letakkan sebatas yang terasa nyaman, atau longgarkan sedikit bagian kaki.

Kamu tetap bisa menikmati rasa nyaman berselimut. Saat masih duduk membaca, mungkin cukup menutup pangkuan. Begitu berbaring, tarik dan atur kembali sesuai kebutuhan. Kalau masih gerah, coba satu penyesuaian kecil dulu sebelum mengubah seluruh tempat tidur.

Tidak perlu membuat catatan rumit. Cukup ingat apa yang terasa berbeda. Kalau setelah bagian kaki dilonggarkan kamu lebih nyaman, itu bisa menjadi petunjuk untuk malam berikutnya. Kalau tidak, masih ada hal lain yang bisa diperhatikan.

Perempuan mengangkat tepi selimut navy untuk memperlihatkan sisi balik cappuccino di atas ranjang.
Lipatan selimut boleh berubah mengikuti caramu bersantai.

Kamar terasa dingin, tetapi kok masih lengket?

Rasa lengket kadang membuat kita ingin menurunkan AC lagi, padahal suhu bukan satu-satunya hal yang berperan. Kelembapan juga memengaruhi penguapan keringat. Saat udara panas dan lembap, keringat lebih sulit menguap, sehingga tubuh lebih sulit melepas panas. 1

Bukan berarti setiap kali gerah, kamar pasti terlalu lembap. Namun, embun yang sering muncul di sisi dalam kaca atau rembesan di dinding layak diperhatikan. Kalau punya alat ukur kelembapan, bacaannya bisa membantu daripada hanya menebak dari rasa dingin. 2

Sebagai acuan untuk mengurangi masalah lembap dan jamur, EPA menyarankan kelembapan rumah di bawah 60%, idealnya 30–50%. Angka ini bukan target khusus untuk tidur; gunanya membantu menilai kondisi ruangan. 2

Di kamar kos atau apartemen yang kamar mandinya berdekatan, misalnya, perhatikan ke mana uap air keluar setelah mandi. Nyalakan kipas pembuangan udara kamar mandi bila tersedia. Kalau ada rembesan atau saluran pembuangan AC bermasalah, minta bantuan pengelola atau teknisi. Sumber airnya tetap perlu dibereskan, bukan hanya udaranya yang didinginkan. 2

Jangan lupa, kamu juga membawa kebiasaanmu ke tempat tidur

Sebelum mengutak-atik ranjang, lihat juga pakaian yang sedang kamu pakai. Kalau masih lembap oleh keringat, ganti dulu dengan yang kering. Kalau terasa terlalu tebal, coba setelan yang lebih ringan dari lemari. Pakaian tidur ikut memengaruhi rasa hangat di sekitar tubuh. 1

Lalu ingat sebentar bagaimana malammu berjalan. Apakah setelah makan besar kamu langsung rebahan? Masih ada kopi sore yang dihabiskan sambil bekerja? Atau lampu kamar sudah redup, tetapi layar laptop baru saja ditutup?

Makanan berat dekat jam tidur, kafein, dan cahaya terang menjelang malam dapat mengganggu tidur. Itu tidak otomatis menjelaskan rasa gerahmu, tetapi tetap patut diperhatikan kalau kamu juga susah terlelap. Coba selesaikan makan besar lebih awal, hindari kopi sore atau malam, lalu sisakan waktu tenang sebelum tidur. 3

Boleh membaca beberapa halaman buku atau sekadar berhenti membalas pesan. Tidak perlu punya ritual malam yang panjang. Yang penting, ada jeda antara kesibukan terakhir dan saat kamu benar-benar ingin beristirahat.

Sprei seperti apa yang terasa enak buat kamu?

Coba ingat sprei yang paling sering kamu pilih setelah selesai dicuci. Apa yang kamu sukai darinya? Permukaannya yang halus, kainnya yang terasa ringan, atau justru sedikit lebih berisi saat disentuh?

Jawaban seperti itu bisa menjadi titik awal ketika memilih set berikutnya. Daripada berhenti di satu kata “adem”, baca bahan yang digunakan dan cara merawatnya. Pastikan juga ukurannya pas dengan panjang, lebar, dan tinggi kasur. Kalau sedang membandingkan bahan, panduan memilih antara TENCEL™ dan katun bisa membantu menjelaskan apa yang perlu dilihat.

Untuk yang menyukai warna polos, ada TENCEL™ Solid 80s dari Mojokoe. Kamu bisa melihat pilihan ukuran dan rincian setnya, lalu menyesuaikannya dengan ranjang di rumah.

Perempuan berpiyama lilac bersandar sambil memeluk bantal navy; pita MojoDream terlihat pada sudut selimut.
Navy dan cappuccino, dengan detail pita MojoDream di sudut selimut.

Kalau keringatnya sampai membasahi pakaian dan sprei

Ada satu hal yang perlu dibedakan dari rasa gerah biasa. Kalau keringat sampai membuat pakaian tidur dan sprei basah kuyup meski tempat tidur sudah sejuk, itulah yang oleh NHS disebut night sweats atau keringat malam berlebihan. 4

Bicarakan dengan dokter kalau ini berulang, membangunkanmu, atau membuatmu khawatir. Terlebih bila ada demam, batuk, diare, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Penyebabnya bisa beragam, termasuk gejala menopause dan efek obat tertentu. Bila sedang minum obat, sampaikan juga kepada dokter; jangan mengubahnya sendiri. 4

Untuk malam ketika kamu hanya sedang mencari posisi dan rasa nyaman, mulai dari yang paling mudah dulu. Ganti pakaian yang lembap, atur kembali selimut, atau lihat apakah ada masalah lembap di kamar. Tidak semuanya perlu dilakukan sekaligus.

Dan kalau sudah menemukan posisi yang enak, biarkan lipatan selimutnya sedikit berantakan. Besok pagi masih bisa dirapikan. Malam ini, ranjangnya untuk ditiduri.

Sumber dan bacaan

  1. Okamoto-Mizuno, K. & Mizuno, K. (2012). Effects of thermal environment on sleep and circadian rhythm. Journal of Physiological Anthropology, 31, 14.
  2. U.S. Environmental Protection Agency. A Brief Guide to Mold, Moisture and Your Home.
  3. National Heart, Lung, and Blood Institute. Healthy Sleep Habits.
  4. NHS. Night sweats.

Artikel ini ditujukan untuk pembaca dewasa dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Continue the ritual

Turn insight into better rest.

Jelajahi produk yang dirancang untuk membawa pengetahuan dari Journal ke ritual tidur Anda.

Sleep Concierge