
Sprei Sudah Sesuai Ukuran, Kok Sudutnya Masih Sering Lepas?
Baru juga ganti sprei. Satu sudut sudah masuk, ujung satunya tinggal ditarik sedikit. Eh, sudut yang tadi rapi malah lepas lagi.
Kamu cek kemasannya. Ukurannya benar, sama dengan kasur. Jadi, kenapa memasangnya tetap susah?
Sprei sering lepas bukan hanya karena panjang atau lebarnya tidak cocok. Tinggi kasur juga menentukan apakah ujung berkaretnya bisa terselip dengan baik di bawah kasur. Kalau bagian sisinya terlalu pendek, permukaan sprei bisa terlihat pas, tetapi sudutnya tetap mudah terangkat. 1
Sebelum memutuskan membeli yang baru, coba periksa dari sini dulu.
Ukuran 180 × 200 cm belum menjawab semuanya
Misalnya, kasurmu berukuran 180 × 200 cm. Kamu memilih sprei dengan ukuran yang sama, lalu mengira urusan ukuran sudah beres. Wajar. Dua angka itulah yang kamu cocokkan saat belanja.
Padahal, keduanya baru menunjukkan lebar dan panjang kasur. Belum tingginya.
Sprei berkaret, atau fitted sheet, harus menutup permukaan kasur, turun melewati sisinya, lalu terselip di bagian bawah. Jadi, dua kasur yang sama-sama berukuran 180 × 200 cm belum tentu cocok memakai sprei dengan tinggi sisi yang sama. 1
Coba lihat sudut yang selalu terlepas itu. Apakah kainnya bisa masuk ke bawah kasur, atau baru ditarik sedikit sudah membuat sudut lain ikut terangkat? Jangan dipaksa dulu. Periksa apakah sisi spreinya memang cukup panjang untuk membungkus kasur.
Pakai topper? Tinggi yang perlu diukur ikut bertambah
Ini bisa terasa membingungkan kalau spreinya dulu pas. Kasur masih sama. Spreinya juga sama. Bedanya, sekarang ada topper, yaitu lapisan tambahan di atas kasur yang ikut dibungkus sprei.
Dari atas, ukuran ranjang memang tidak berubah. Dari samping, kasur beserta lapisannya sudah lebih tinggi. Itu sebabnya topper perlu ikut diperhitungkan saat memilih ukuran sprei. 2
Sebagai gambaran, kasur setinggi 27 cm ditambah topper setinggi 5 cm menjadi sekitar 32 cm. Lebar dan panjangnya tetap, tetapi kain di sisi sprei harus menutup bagian yang lebih tinggi.
Untuk mengeceknya, sisihkan dulu bedcover dan bantal. Biarkan topper serta pelindung kasur terpasang seperti biasa. Lalu ukur dari tepi bawah kasur sampai permukaan paling atas yang akan dibungkus sprei. Bukan dari lantai, dan tidak termasuk tinggi divan. 2
Ukur saat tidak ada yang duduk di atas kasur. Catat hasilnya, lalu cocokkan dengan keterangan produk. Kalau kamu ragu membaca angka “tinggi sprei”, tanyakan langsung: “Ini cocok untuk kasur setinggi berapa, termasuk topper?”

Sebelum menarik lebih kencang, coba pasang ulang
Ada satu hal sederhana yang bisa dicek sebelum menyalahkan ukuran: arah spreinya.
Lepaskan dulu sudut-sudutnya, lalu bentangkan di atas kasur. Cocokkan sisi panjang dengan sisi panjang kasur, begitu juga sisi pendeknya. Kalau spreinya polos, lihat jarak antarjahitan sudut agar kamu tidak hanya menebak dari lipatan kain.
Bila ada label khusus penanda sisi panjang dan pendek, gunakan sebagai panduan. Label merek saja jangan dijadikan patokan arah tanpa petunjuk dari produsennya. 3
Setelah arahnya benar, ratakan kain supaya tidak menumpuk di satu sisi. Pasang sudut satu per satu, lalu selipkan bagian berkaret ke bawah kasur. Kalau satu sisi terasa sangat tegang sementara sisi lainnya masih longgar, lepaskan sedikit dan bagi lagi kainnya.
Perhatikan juga jahitan sudutnya. Coba posisikan mengikuti sudut kasur, bukan tertarik ke tengah sisi. Kalau perlu mengangkat kasur yang berat, minta bantuan; tidak perlu memaksakannya sendirian.

Dulu mudah dipasang, sekarang kok berbeda?
Kalau tidak ada lapisan tambahan dan arah pemasangan sudah benar, coba ingat kapan spreinya mulai terasa berbeda. Apakah makin longgar setelah lama dipakai, atau justru terasa sempit setelah dicuci?
Kalau makin longgar, periksa bagian karetnya. Renggangkan sedikit, lalu lepaskan. Apakah tepinya kembali mengerut atau tetap kendur? Lihat juga apakah ada jahitan yang terlepas. Karet yang sudah kendur juga bisa menjadi tanda sprei mulai aus. 4
Kalau yang terasa justru semakin sempit, cek kembali ukurannya dan cara pencucian terakhir. Panas tinggi saat mencuci atau mengeringkan dapat membuat sebagian kain menyusut. Namun, jangan langsung menyimpulkan spreinya menyusut hanya karena sekali terasa susah dipasang. 4
Untuk pencucian berikutnya, ikuti petunjuk pada label produk: suhu air, pengaturan mesin cuci, dan boleh-tidaknya memakai pengering. Kalau petunjuknya sudah tidak terbaca, tanyakan kepada penjual. Lebih baik memastikan daripada menebak dari nama bahannya saja. 5
Bila kainnya masih bagus dan masalahnya hanya di karet atau jahitan, tanyakan dulu apakah bisa diperbaiki. Untuk sprei yang masih baru, kirim foto sudut beserta ukuran kasur kepada penjual sebelum mengubah jahitannya sendiri.
Jadi, perlu beli sprei baru?
Belum tentu. Coba pasang ulang dan periksa dulu apakah ujung berkaretnya bisa masuk ke bawah kasur. Kalau tetap tidak sampai meski posisi kain sudah rata, bawa catatan ukuran kasur saat mencari penggantinya.
Jangan langsung memilih sprei yang lebih lebar hanya supaya sudutnya bisa ditarik. Kalau ukuran permukaan kasur sudah benar, yang perlu dicocokkan mungkin tinggi sisi spreinya. Kamu tidak sedang mencari sprei yang sebesar mungkin, tetapi yang pas membungkus kasur.
Saat melihat pilihan seperti Tencel™ Solid 80s dari Mojokoe, cocokkan panjang, lebar, dan tinggi kasur dengan varian yang tersedia. Kalau kamu memakai topper, sebutkan juga saat bertanya kepada tim Mojokoe. Dengan begitu, pembicaraannya tidak berhenti di “kasur saya king size”.

Untuk sekarang, sisihkan dulu bedcover dan ambil meteran. Cek tinggi kasur, lalu perhatikan sudut yang paling sering terlepas itu. Daripada menarik ujung yang sama berkali-kali, cari tahu dulu bagian mana yang belum pas.
Kalau spreinya masih bisa dipakai dengan baik, tidak perlu buru-buru membeli yang baru.
Sumber dan bacaan
- Casper — How to Keep Your Fitted Sheet on Your Bed: 6 Ways
- The Big Bed Company — Fitted Sheet Depth Guide
- Brooklinen — Our Sheets: Long/Short Side Tags
- Casper — How Often Should You Buy New Sheets?
- GINETEX — Care Symbols
Petunjuk ukuran dan perawatan tetap mengikuti produk yang digunakan.